Mempunyai Harapan Tinggi Di Chelsea, Emmanuel Petit Ragukan Frank Lampard Belum Siap

Gelanda berdarah Prancis, Emmanuel Petit angkat suara dan meragukan
perihal gagasan pria berusia 41 tahun, Frank Lampard sebagai manajer Chelsea. Dia tahu Lampard merupakan salah satu gelandang terbaik Inggris semasa masih bermain, tetapi kualitasnya sebagai manajer masih patut dipertanyakan dan tidak hanya Manu yang khawatir pasti ada beberapa yang juga meragukan kinerjanya yang baru saja menjadi manajer.

Chelsea sampai saat ini masih tanpa pelatih kepala. Usai kepergian Maurizio Sarri yang memutuskan untuk melatih ke Juventus, The Blues bergerak dalam pencarian pelatih baru. Ada beberapa nama yang diusulkan, dan nama Lampard jadi yang terdepan.

Situasi Chelsea ini cukup aneh, Sarri sebenarnya sudah membuktikan diri sebagai pelatih tepat. Dia memenuhi target klub: menembus peringkat ketiga Premier League dan menjuarai Liga Europa. Namun, entah mengapa Sarri tidak pernah didukung publik Stamford Bridge. Itu sebabnya ia merasa sudah tidak nyaman lagi dan ia merasa juga sudah cukup ia merasakan hal yang membuat beberapa pihak juga jadi tidak kondusif lagi.

Namun keputusannya itu tidak bisa di cegah dan juga tidak bisa dihindarkan, dan kini Chelsea harus memulai lagi dari awal. Mereka juga masih berusaha mengajukan banding atas hukuman larangan mendatangkan pemain pada dua bursa transfer mendatang.

Kesimpulan singkatnya, Lampard bakal datang ke Chelsea yang sedang terkekang. Situasi itu jelas tidak ideal bagi pelatih mana pun, terlebih untuk Lampard yang tidak mempunyai banyak pengalaman tentang menjadi seorang pelatih.

“Frank Lampard punya banyak kualitas. Dia pria dengan dedikasi tinggi, yang mencintai sepak bola dan menaruh respek tinggi pada rekan setim dan manajernya. Dia selalu ambisius,” kata Petit kepada┬áMetro.

“Namun, di sudut benak saya, saya merasa pekerjaan di Chelsea ini mungkin datang terlalu awal untuknya. Kita sudah melihat apa yang dia lakukan untuk Derby County, Lampard membawa mereka sampai Play-off, tetapi itu bukan akhir cerita. Pada akhirnya mereka gagal promosi.”

“Dia akan menghadapi ekspektasi yang lebih tinggi di Chelsea, dan dia sudah menyadari itu karena telah bermain begitu lama untuk klub tersebut,” sambungnya.

Pertarungan Chelsea

Di sisi lain, Lampard mungkin saja menikmati tekanan fans Chelsea tersebut. Sebagai mantan pemain dan legenda klub, Lampard mungkin mendapatkan perlakuan yang sedikit istimewa daripada bos-bos Chelsea sebelumnya. Dan ia sendiri mengakui akan hal tersebut.

Dengan adanya hukuman larangan transfer itu bakal menyulitkan Lampard, tetapi juga bisa menjadi kelebihan yang tidak terlihat. Ekspektasi fans Chelsea bakal lebih rendah dari biasanya karena mereka tahu sang pelatih tidak bisa mendatangkan pemain yang dia inginkan.

Artinya, Lampard bisa bekerja lebih tenang dengan memaksimalkan pemain-pemain muda Chelsea. Tentu keputusan ini merupakan perjudian besar, karena bisa di pastikan, dia bisa gagal total apabila gagal bersaing dengan lima tim kuat lainnya dalam top six Premier League.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *