HALLOJABAR.COM – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) optimistis penyidik Polda Jabar dapat mengungkap tuntas kasus yang sudah bergulir selama delapan tahun yang lalu.

Dengan bantuan Bareskrim Polri, penyidik Polda Jabar bisa segera mengambil langkah-langkah strategis.

Untuk mengusut keberadaan tiga buronan pembunuh Vina Cirebon, termasuk membuka kembali barang bukti dan pemeriksaan terhadap para narapidana.

Ketua Harian Kompolnas Benny Mamoto menyampaikan hal tersebut di Jakarta, Selasa (21/4/2024)

“Tentunya Polri akan memfokuskan kekuatannya untuk segera mengungkap dan menuntaskan kasus pembunuhan ini,” kata Benny.

Pembunuhan dan pemerkosaan terhadap Vina terjadi Agustus 2016, remaja Cirebon itu dibunuh bersama kekasihnya, Muhammad Rizky.

Baca artikel lainnya di sini : Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Temui Emir Qatar dan PM Qatar, Bahas Kerja Sama hingga Gaza

Total ada 11 pelaku yang terlibat dalam peristiwa tragis tersebut, namun, baru delapan tersangka yang ditangkap dan diproses hukum, hingga dipidana.

Tiga tersangka lainnya, masih buron sampai saat ini, ketiga pelaku yang masuk daftar pencarian orang (DPO) dengan perkiraan usianya saat ini, yakni Pegi aliasn Perong (30), Andi (31), dan Dani (28).

Baca artikel lainnya di sini : Olahraga Dapat Pertahankan Fungsi Sel Saraf Retina, Terungkap dalam Sebuah Hasil Studi Terbaru

Kasus ini kembali mencuat setelah film berjudul “Vina: Sebelum 7 Hari” mendapat perhatian publik, dikarenakan kasus tersebut masih menyisakan tiga tersangka yang belum tertangkap.

Menurut Benny, Polda Jabar memiliki catatan sukses dalam mengungkap kasus pembunuhan dengan kategori sulit.

Seperti kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, setelah dua tahun terungkap.

“Saya optimistis, karena Kombes Surawan Dirkrimum Polda Jabar, berhasil mengungkap kasus pembunuhan Subang dan akhirnya maju ke pengadilan.”

“Ini sebuah prestasi dan saya harap di kasus ini juga sama,” harap purnawirawan Polri itu.

Benny menekankan kabar keterlibatan anggota Polri yang dengan sengaja menutupi kasus tersebut, adalah tidak benar.

Justru kata dia, korban Eky adalah anak dari perwira pertama Polri.

“Apa yang beredar di media sosial (keterlibatan anggota) sudah disampaikan Kombes Surawan bahwa itu tidak benar.”

“Justru salah satu korban merupakan anak perwira polisi, bukan dari ketiga pelaku,” tutur Benny.***

Sempatkan juga untuk membaca berbagai berita dan informasi lainnya di media online Ekonominews.com dan Infomaritim.com

Sedangkan untuk publikasi press release di media online ini, atau pun serentak di puluhan media lainnya, dapat menghubungi Jasasiaranpers.com.

WhatsApp Center: 085315557788, 087815557788, 08111157788.

Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Jangan lewatkan juga menyimak berita dan informasi terkini seputar dunia ekonomi, bisnis, energi dan sumber daya mineral melalui Duniaenergi.com

Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.