Musim Mas Rampungkan Program Lima Tahun untuk Petani Swadaya di Aceh, Perkuat Mata Pencaharian Petani Sawit dan Pelestarian Lingkungan

Avatar photo

- Pewarta

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SINGAPURA, 25 Oktober 2026 /PRNewswire/ — Musim Mas mengumumkan rampungnya program kolaborasi selama lima tahun di Subulussalam, Aceh, yang membuktikan bahwa kemitraan rantai pasok dapat meningkatkan kesejahteraan petani swadaya sekaligus turut menekan deforestasi di luar area konsesi. Aceh menjadi salah satu wilayah prioritas karena 87% kawasan Ekosistem Leuser yang kaya keanekaragaman hayati berada di provinsi tersebut.

Smallholder farmers take part in a sustainability training session in Subulussalam, Aceh, Indonesia to promote good agricultural practices and responsible palm oil production.
Smallholder farmers take part in a sustainability training session in Subulussalam, Aceh, Indonesia to promote good agricultural practices and responsible palm oil production.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Inisiatif ini mendapat dukungan dari berbagai mitra rantai pasok, termasuk AAK, melalui pendanaan dan kolaborasi lainnya. Program ini berfokus pada petani swadaya yang mengelola kebun di luar area konsesi perusahaan. Kegiatannya mencakup peningkatan keterampilan, penerapan praktik pertanian yang bertanggung jawab, edukasi keuangan, dan pemantauan lingkungan untuk mengatasi berbagai tantangan yang saling berkaitan, baik di kalangan petani maupun di lingkungan tempat mereka menjalankan usaha.

Program ini merupakan bagian dari Program Petani Swadaya Musim Mas yang membekali petani dengan pelatihan praktik perkebunan berkelanjutan. Musim Mas juga menerapkan pendekatan train-the-trainer bagi Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) pemerintah untuk memperkuat kapasitas dan pengetahuan mereka di tingkat lokal. Selama lima tahun, program ini telah melatih 117 PPL. Dengan dukungan asisten lapangan Musim Mas, para penyuluh tersebut kemudian menjangkau 2.239 petani swadaya di 48 desa. Capaian ini jauh melampaui target awal, yaitu melatih 40 pelatih dan menjangkau 1.000 petani swadaya.

Memperkuat Kapasitas Lokal untuk Mendorong Perubahan Jangka Panjang

Petani swadaya mendapat pelatihan Praktik Pertanian yang Baik (Good Agricultural Practices/GAP) yang selaras dengan prinsip Tanpa Deforestasi, Tanpa Gambut, dan Tanpa Eksploitasi (No Deforestation, No Peat and No Exploitation/NDPE). Program kemudian diperluas dengan modul pelatihan lanjutan bagi PPL dan petani, mencakup keterampilan pembelajaran orang dewasa, berbicara di depan umum, literasi keuangan, dan pengelolaan kebun sawit. PPL juga mendapat pelatihan lanjutan, termasuk persiapan menghadapi persyaratan Minyak Sawit Berkelanjutan Indonesia (Indonesian Sustainable Palm Oil/ISPO), pemahaman tentang kesehatan tanah, dan pembuatan kompos rumah tangga.

Pendekatan ini turut memastikan pengetahuan dan keterampilan terus berkembang di masyarakat setempat sehingga manfaat program tetap berlanjut meski proyek telah berakhir.

Menghubungkan Kesejahteraan Petani dengan Pelestarian Lingkungan

Program ini mengintegrasikan peningkatan produktivitas dengan pelestarian lingkungan hidup. Pendekatan tersebut berangkat dari pemahaman bahwa mata pencaharian yang berkelanjutan merupakan faktor penting untuk mengurangi risiko deforestasi. Sejumlah hasil utama program meliputi:

  • Penerapan praktik pertanian yang baik (Good Agricultural Practices/GAP) meningkat di 48 desa, ikut mendorong peningkatan hasil panen dan penggunaan sarana produksi secara bertanggung jawab.
  • Literasi keuangan petani swadaya meningkat, termasuk dalam pemanfaatan layanan perbankan dan pencatatan pengeluaran harian.
  • Berdasarkan metode pengambilan sampel Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), sebanyak 82% petani swadaya yang disurvei kini menerapkan GAP di kebun mereka.
  • Program Petani Swadaya Perempuan (Women Smallholders Program) menjangkau lebih dari 200 peserta melalui pelatihan kesehatan, gizi, dan literasi keuangan.

The Women Smallholders Program helped train and empower women in the field with knowledge on health, nutrition, and financial literacy.
The Women Smallholders Program helped train and empower women in the field with knowledge on health, nutrition, and financial literacy.

Acuan untuk Memperluas Manfaat Program

Rampungnya program di Subulussalam menjadi perkembangan penting yang menunjukkan bahwa model ini dapat diperluas untuk mengatasi tantangan terkait isu keberlanjutan yang kompleks dalam rantai pasok minyak sawit.

Dengan memperkuat kapasitas masyarakat setempat, memanfaatkan data untuk pemantauan, dan mendorong kolaborasi lintas-sektor, inisiatif ini dapat menjadi model yang diterapkan di wilayah pemasok lainnya dengan penyesuaian di kondisi setempat.

Para mitra sepakat bahwa upaya menuju keberlanjutan harus berlanjut. Berbekal capaian yang telah diraih, manfaat program dapat diperluas dengan terus melibatkan pemangku kepentingan setempat, mengembangkan materi pelatihan, serta menjajaki program lanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Inisiatif ini mencerminkan komitmen kami untuk bekerja sama di seluruh rantai pasok guna mendukung petani dan mendorong praktik pengadaan yang bertanggung jawab. Dengan berinvestasi pada mata pencaharian petani swadaya, kami ikut membangun rantai pasok yang lebih tangguh dan berkelanjutan," kata Sengbee Ng, Sustainable Multi-Oils Manager, AAK.

"Kolaborasi berperan penting mendorong kemajuan berkelanjutan di tengah kompleksitas rantai pasok. Program Petani Swadaya kami membuktikan bahwa pendekatan kolaboratif mampu menjawab kebutuhan di lapangan dengan menyatukan berbagai pihak di sepanjang rantai pasok untuk menciptakan manfaat yang lebih besar. Kami bangga dapat menjalin kemitraan ini karena manfaatnya dirasakan langsung oleh petani swadaya dan pemerintah daerah," kata Olivier Tichit, Director, Communications and Sustainability, Musim Mas.

Tentang Musim Mas

Musim Mas Group adalah perusahaan kelapa sawit terintegrasi yang beroperasi di 14 negara dan salah satu produsen minyak sawit terbesar di dunia. Kegiatan bisnisnya mencakup seluruh rantai pasok, mulai dari perkebunan, pabrik kelapa sawit, kilang, pabrik penghancur inti sawit, pabrik oleokimia dan lemak khusus hingga produk fungsional. Musim Mas memproduksi berbagai produk berbasis kelapa sawit dan turunannya yang bernilai tambah. Selain itu, Musim Mas mengembangkan solusi inovatif bernilai tambah bagi pelanggan dengan dukungan pusat Penelitian dan Pengembangan (Research and Development/R&D) di Singapura dan Indonesia. Inter-Continental Oils and Fats (ICOF), bagian dari Musim Mas Group, menjalankan kegiatan pemasaran internasional.

Pada 2004, Musim Mas menjadi perusahaan pertama dengan skala usaha yang besar di Indonesia yang bergabung dengan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Pada Oktober 2024, Science Based Targets initiative (SBTi) secara resmi memvalidasi target penurunan emisi gas rumah kaca Musim Mas. Musim Mas juga menjalankan program petani swadaya terbesar di Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mendorong praktik perkebunan sawit yang lebih berkelanjutan.

Narahubung:
media@musimmas.com 

Berita Terkait

“Guardian. For Family”: Hasil Uji Tabrak TIGGO7 Buktikan Komitmen CHERY terhadap Keselamatan Keluarga
Inisiatif Years of Culture Qatar Mengumumkan Negara Mitra Hingga Tahun 2030
WEPACK 2027 Kembali Digelar di Shanghai, Satukan Seluruh Rantai Industri Kemasan
DBS Group Raih Gelar Bank Teraman di Asia untuk ke-18 Tahun Berturut-turut
Sungrow Hadirkan Solusi Microgrid Terintegrasi untuk Sektor Komersial dan Industri di Asia Tenggara
CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI
Debut Global All-New TIGGO7 dan TIGGOX7 di CHERY Brand Night, Usung Semangat “Together. For Family”
Blokees Pamerkan Lebih dari 900 Produk di China Toy Expo 2026, Terus Perkuat Daya Saing Produk
Berita ini 4 kali dibaca
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:21 WIB

Musim Mas Rampungkan Program Lima Tahun untuk Petani Swadaya di Aceh, Perkuat Mata Pencaharian Petani Sawit dan Pelestarian Lingkungan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 05:13 WIB

“Guardian. For Family”: Hasil Uji Tabrak TIGGO7 Buktikan Komitmen CHERY terhadap Keselamatan Keluarga

Minggu, 25 Oktober 2026 - 04:32 WIB

Inisiatif Years of Culture Qatar Mengumumkan Negara Mitra Hingga Tahun 2030

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:00 WIB

WEPACK 2027 Kembali Digelar di Shanghai, Satukan Seluruh Rantai Industri Kemasan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:30 WIB

DBS Group Raih Gelar Bank Teraman di Asia untuk ke-18 Tahun Berturut-turut

Berita Terbaru