22 April 2025 Hari Jadi Sumedang Ke-447 Kerajaan Tembong Agung Cikal Bakal Kabupaten Sumedang

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 18 April 2025 - 06:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kerajaan Tembong Agung satu kerajaan yang pernah berdiri di wilayah Kabupaten Sumedang (foto : inisumedang.com)

Kerajaan Tembong Agung satu kerajaan yang pernah berdiri di wilayah Kabupaten Sumedang (foto : inisumedang.com)

SUMEDANG – Kerajaan Tembong Agung satu kerajaan yang pernah berdiri di wilayah Kabupaten Sumedang sekarang, sekitar abad 8 sampai 14 Masehi.

Kerajaan Tembong Agung akhirnya menjadi cikal bakal lahirnya Kerajaan Sumedang Larang yang kemudian menjadi Kabupaten Sumedang.

Kerajaan Tembong Agung didirikan oleh Prabu Guru Aji Putih 678 M tempat keratonnya  berada di  Kampung Citembong Girang  sekarang, masuk  Kecamatan Ganeas Sumedang.

Prabu Guru Aji Putih itu sendiri merupakan putra Bimaraksa atau Ratu Komara keturunan dari Wretikandayun.

Sedangkan Wretikandayun itu pendiri Kerajaan Sunda Galuh,  salah satu kerajaan tertua di Jawa Barat. Berdiri setelah Kerajaan Tarumanegara,.

Guru Aji Putih merupakan putra Ki Balangantrang, Patih Kerajaan Galuh. Setelah terjadinya perebutan kekuasaan di Galuh pada masa Sanjaya (723 – 732) dengan Purbasora dimenangkan oleh Sanjaya.

Ki Balangantrang berserta pengikutnya berupaya menghimpun kekuatan untuk merebut kembali Galuh dari tangan Sanjaya.

Balangantrang berhasil mendekati cicitnya Manarah, melalui tangan Manarah ini Ki Balangantrang berhasil merebut Galuh kembali,

Setelah berhasil merebut Galuh, tahta kerajaan diserahkan kepada Manarah dan Ki Balangantrang / Aria Bimaraksa pesiun sebagai patih Galuh.

Ketika itu pula, Guru Aji Putih pergi dari Galuh ke satu wilayah yang sekarang disebut Desa Cikoneng Ganeas mendirikan Kerajaan Tembong Agung.

Kemudian pindah ke kampung Muhara, Desa Leuwihideung  Kecamatan Darmaraja,  bekas-bekas keratonnya sekarang telah menjadi genangan Waduk Jatigede.

Bngunan keratonn Kerajaan Tembong Agung terbuat dari kayu, gaya atap julang ngapak menghadap ke alun-alun.

Prabu Guru Aji Putih menikah dengan Ratu Inten Dewi Nawang Wulan yang saat itu terkenal dengan kecantikannya dan kepandaiannya dalam benyanyi (nembang).

Prabu Guru Aji Putih melamarnya dengan membawa lima lembar sirih hitam dan tusuk konde.

Buah perkawinan Aji Putih dan Dewi Nawang Wulan ini lahir : Bratakusumah, Sokawayana, Harisdarma dan Langlangbuana.

Menurut kisahnya Prabu Guru Aji Putih ini kemudian masuk agama Islam dan mendirikan masjid yang diberi nama Masigit.

Juga membuat tempat wudlu di tujuh titik sumber mata air diantaranya adalah di Cikajaya, Cikahuripan, Cisundajaya dan Cilemahtama.

Setelah itu ia melanjutkan perjuangan ayahnya Resi Agung di Padepokan Cipeueut yang kemudian berganti nama menjadi Cipaku.

Prabu Guru Aji Putih dimakamkan di Kampung Cipeueut, Desa Cipaku, Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang.

Ini salah satu versi Sejarah, versi lain menyebutkan Guru Aji Putih dari Galuh langsung menemukan suatu tempat di Kampung Muhara Desa Leuwihideung, tidak melalui dulu ke Ganeas (Tatang Tarmedi) ***

Untuk publikasi press release serentak di puluhan media lainnya, klik Persrilis.com atau Jasasiaranpers.com di lebih dari 175an media.

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di media mainstream (media arus utama) atau Tier Pertama, silahkan klik Publikasi Media Mainstream.

Sapulangit Media Center (SMC) juga melayani kebutuhan untuk bulk order publications (ribuan link publikasi press release) untuk manajemen reputasi atau kepentingan lainnya.

Untuk informasi, dapat menghubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 08557777888, 087815557788

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Infoemiten.com dan Pangannews.com

Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Infoseru.com dan Poinnews.com

Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Jatengraya.com dan Hallobandung.com

Berita Terkait

Citarum Memanggil: Refleksi Sungai Kehidupan di Jantung Jawa Barat
Menggali Kembali Legenda Sangkuriang: Cermin Budaya dan Adaptasi Zaman
Jaipong: Getaran Pesona Gerak Dinamis Kebanggaan Tanah Pasundan
Tari Jaipong: Semangat Kontemporer dari Akar Tradisi Sunda
Hutan Lindung Ciremai: Jantung Hijau yang Terluka dan Harapan Baru
Mengunjungi Citarum 2026: Dari Sungai Paling Tercemar Menuju Kehidupan Baru
Pesona Alam Lestari: Menjelajahi Hutan Lindung Ciremai yang Penuh Kejutan
Menggali Kembali Naskah Legenda Sangkuriang: Cermin Budaya dan Filosofi Sunda Kuno
Berita ini 77 kali dibaca
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Citarum Memanggil: Refleksi Sungai Kehidupan di Jantung Jawa Barat

Rabu, 19 Agustus 2026 - 07:02 WIB

Menggali Kembali Legenda Sangkuriang: Cermin Budaya dan Adaptasi Zaman

Selasa, 18 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Jaipong: Getaran Pesona Gerak Dinamis Kebanggaan Tanah Pasundan

Senin, 17 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Tari Jaipong: Semangat Kontemporer dari Akar Tradisi Sunda

Minggu, 16 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Hutan Lindung Ciremai: Jantung Hijau yang Terluka dan Harapan Baru

Berita Terbaru