KOTA BANDUNG — Ribuan Bobotoh membanjiri Gedung Sate, Minggu siang, 25 Mei 2025. Mereka merayakan euforia kemenangan Persib Bandung yang baru saja memastikan gelar juara.
Di tengah arak-arakan yang riuh, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mencuri perhatian.
Naik di atas sisingaan, Dedi—akrab disapa KDM—mengangkat tangan tinggi sambil meneriakkan seruan khasnya, “Mana pendukung Persib, Persib juara!”
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
Jamu Tak Cuma Warisan Leluhur, Tapi Gaya Hidup Masa Depan
WEPACK 2027 Kembali Digelar di Shanghai, Satukan Seluruh Rantai Industri Kemasan
Gerakan Kebugaran Senam Jabar: Revitalisasi Gaya Hidup Aktif untuk Semua

SCROLL TO RESUME CONTENT
Suaranya tenggelam oleh gemuruh histeris massa yang memadati kawasan ikonik itu.
Namun kejutan tak berhenti di situ. Di hadapan publik, Dedi mengungkap bahwa para pemain sempat bertanya soal bonus kemenangan. Ia menjawab langsung dari atas panggung, “Bonus dari saya pribadi Rp1 miliar, bukan dari APBD.”
Ledakan sorak menyambut pengumuman itu. Tak lama, Dedi menambahkan satu kejutan lagi. Ia telah menginstruksikan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat untuk menggalang iuran para pejabat Pemprov Jabar.
Baca Juga:
DBS Group Raih Gelar Bank Teraman di Asia untuk ke-18 Tahun Berturut-turut
Sungrow Hadirkan Solusi Microgrid Terintegrasi untuk Sektor Komersial dan Industri di Asia Tenggara
Lebih dari sekedar selebrasi
Targetnya yakni bonus tambahan Rp1 miliar.
“Jadi total Rp2 miliar, tanpa menyentuh anggaran pemerintah,” katanya.
Pawai kemenangan itu berlangsung tertib. Dedi mengapresiasi Bobotoh yang menjaga suasana damai.
“Urang Jawa Barat balageur,” ujarnya.
Baca Juga:
Debut Global All-New TIGGO7 dan TIGGOX7 di CHERY Brand Night, Usung Semangat “Together. For Family”
Blokees Pamerkan Lebih dari 900 Produk di China Toy Expo 2026, Terus Perkuat Daya Saing Produk
Dengan gaya khasnya yang teatrikal, KDM menutup acara dengan ajakan serempak: “Siap, angkat tangannya, angkat empat kali.” Lambaian tangan massa menjawab komando.
Di akhir, pekik Bobotoh menggelora teriakan “Juara, juara. Pokona Kang Dedi bapak aing.”
Lebih dari sekadar selebrasi, momen ini jadi panggung solidaritas, yaitu antara klub, rakyat, dan pemimpinnya. *** (Adhi)







