DPRD Sumedang Gelar Rapat Paripurna Pertanggung jawaban APBD TA 2024 dan RPJMD 2025-2029

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 19 Juni 2025 - 14:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana di Ruang Rapat DPRD, Rabu malam (18/6/2025) - Siti Kowati

Suasana di Ruang Rapat DPRD, Rabu malam (18/6/2025) - Siti Kowati

SUMEDANG – Bupati H. Dony Ahmad Munir menyampaikan penjelasan atas dua rancangan peraturan daerah (Raperda) di Ruang Rapat DPRD, Rabu malam (18/6/2025).

Dua Raperda dimaksud yakni Pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2024 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025–2029.

Bupati Dony menyampaikan bahwa realisasi pendapatan daerah pada tahun 2024 mencapai lebih dari Rp. 3,05 triliun, sedangkan untuk realisasi belanja dan transfer mencapai Rp. 3,08 triliun.

Meski mengalami defisit anggaran, Sumedang berhasil mempertahankan predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI sebagai pengakuan atas pengelolaan keuangan yang akuntabel dan transparan.

“Laporan keuangan ini bukan sekadar angka, tapi menjadi cermin kinerja dan bukti tanggung jawab moral kami kepada masyarakat,” ujar Bupati Dony dalam sambutannya.

RPJMD 2025–2029 menjadi panduan penting dalam pembangunan Sumedang selama lima tahun ke depan, “Dokumen ini penjabaran visi besar Sumedang dalam mendukung cita-cita Indonesia Emas 2045,” tuturnya.

Dikatakan Bupati, Tahap Pertama RPJMD 2025-2029 difokuskan pada penguatan fondasi pembangunan daerah, termasuk pengembangan infrastruktur, SDM, ekonomi lokal, serta reformasi birokrasi.

“Dalam penyusunannya, RPJMD menggunakan pendekatan holistik-tematik, integratif, spasial, partisipatif, hingga teknokratik,” tuturnya.

Masih kata Bupati, proses penyusunan RPJMD juga melibatkan berbagai unsur masyarakat melalui musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang).

“Kami berharap, dokumen ini tidak hanya menjadi formalitas perencanaan, tetapi mampu menjawab tantangan lokal dan mendongkrak daya saing daerah,” tambahnya.

Bupati Dony menekankan pentingnya kolaborasi DPRD dan seluruh elemen masyarakat dalam menyempurnakan dua Raperda tersebut agar melahirkan kebijakan aspiratif, akomodatif dan implementatif.

Rapat paripurna dipimpin oleh Wakil Ketua Pimpinan DPRD Mulya Suryadi dan dihadiri para anggota, pimpinan partai politik, jajaran Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, BUMN/BUMD, para tokoh masyarakat dan unsur media.

( Siti Kowati ) ***

Berita Terkait

Lutung Kasarung: Kisah Legendaris dari Hutan Parahyangan yang Abadi
Lirikan Mata Jaipongan: Menari Melawan Zaman, Melestarikan Identitas Sunda
BAPPENDA Kabupaten Bogor Raih Nilai IKM 86,24% dengan Predikat Sangat Baik
Menggali Kembali Naskah Kuno Sangkuriang: Sebuah Kisah Abadi yang Relevan
Pangandaran: Magnet Bahari yang Tak Lekang Diterpa Waktu
Pangandaran: Magnet Abadi di Pesisir Selatan Jawa Barat
Pesona Abadi Hutan Lindung Ciremai: Napak Tilas Konservasi dan Kearifan Lokal
Lutung Kasarung: Kisah Klasik yang Tetap Relevan di Era Digital
Berita ini 16 kali dibaca
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 07:03 WIB

Lutung Kasarung: Kisah Legendaris dari Hutan Parahyangan yang Abadi

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:02 WIB

Lirikan Mata Jaipongan: Menari Melawan Zaman, Melestarikan Identitas Sunda

Senin, 28 September 2026 - 15:21 WIB

BAPPENDA Kabupaten Bogor Raih Nilai IKM 86,24% dengan Predikat Sangat Baik

Senin, 28 September 2026 - 07:02 WIB

Menggali Kembali Naskah Kuno Sangkuriang: Sebuah Kisah Abadi yang Relevan

Kamis, 17 September 2026 - 07:00 WIB

Pangandaran: Magnet Bahari yang Tak Lekang Diterpa Waktu

Berita Terbaru

Berbagai ramuan jamu tradisional Indonesia dengan bahan-bahan alami seperti kunyit, jahe, dan temulawak siap disajikan, menunjukkan kekayaan warisan herbal Nusantara. Minuman sehat ini kian digemari sebagai pilihan gaya hidup modern.

Lifestyle

Jamu Tak Cuma Warisan Leluhur, Tapi Gaya Hidup Masa Depan

Sabtu, 24 Okt 2026 - 07:31 WIB