Warga Desa Cimarias Menolak Perpanjangan HGU/HGB Lahan Negara di Wilayahnya dan Desa Cinanggerang

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 12 Juni 2025 - 17:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spanduk dari warga Desa Cimarias Kecamatan Pamulihan yang menolak perpanjangan HGU PT Subur Setiadi ( Dok.Hallojabar.com / Dody Nsh )

Spanduk dari warga Desa Cimarias Kecamatan Pamulihan yang menolak perpanjangan HGU PT Subur Setiadi ( Dok.Hallojabar.com / Dody Nsh )

SUMEDANG – Warga Desa Cimarias Kecamatan Pamulihan menolak perpanjangan Hak Guna Usaha (HGU) untuk Lahan Negara di wilayah desanya dan Desa Cinanggerang.

Bahkan, warga memasang spanduk penolakan tepat di depan gerbang masuk kantor PT. Subur Setiadi berisikan penolakan perpanjangan HGU serta spanduk pengusiran dari Desa Cimarias.

Spanduk pengusiran berisikan, ” Silakan PT.Subur Setiadi dan Karyawan tinggalkan desa kami, karena kontrak telah habis per tanggal 31 Desember 2023 “.

Gejolak warga tadi, diakui Kepala Desa Cimarias Mamat Rahmat, Kamis (12/6/2025). Menurutnya, warga gejolak karena pihak perusahaan tidak berkontribusi kepada Desa Cimarias.

” Secara tegas, Pemerintah Desa Cimarias, menolak terhadap perpanjangan baik HGU maupun HGB PT Subur Setiadi, ” tegasnya.

Masalahnya, kata Kades, ia telah tiga belas tahun jadi Kades Cimarias tidak pernah ada kontribusi, malah hanya mengirim malapetaka tiap tahun terhadap warga Cimarias.

Kades menyebut malapetaka yang diterima warga akibat ulah PT. Subur Setiadi, diantaranya banjir, longsor, kebakaran tiap tahun, kebun warga selalu dijarah babi hutan.

Semua, katanya, terjadi karena pihak perusahaan tidak merawat perkebunan dengan baik, sehingga semak-semak yang tidak terurus dipakai sarang babi hutan.

Kades ungkapkan keheranannya, sudah jelas HGU/HGB tidak diperpanjang, ” Yang jadi persoalan, ini seperti memancing – mancing warga saya untuk berbuat anarkis, ” katanya dengan ekspresi emosi.

Harapan Kades, lahan negara itu akan menjadi sumber kemakmuran bagi warga Desa Cimarias dan Desa Cinanggerang, terutama sangat berpotensi untuk dijadikan wisata agro.

( Dody Nsh ) ***

Berita Terkait

Citarum: Kisah Sungai Bangkit dari Keterpurukan Menuju Harapan Baru
Pesona Tangkuban Parahu: Menyingkap Legenda dan Keindahan Abadi Tanah Pasundan
Pangandaran: Magnet Abadi di Pesisir Selatan Jawa Barat
Jaipong: Ketika Tubuh Berbicara, Jati Diri Sunda Menggema
Daya Pikat Naskah Sangkuriang: Kisah Legendaris dalam Balutan Modern
Menggali Kembali Naskah Legenda Sangkuriang: Cermin Budaya Nusantara
Pangandaran 2026: Pesona Abadi di Tengah Perubahan Destinasi Wisata
Lutung Kasarung: Pesan Cinta, Kesetiaan, dan Kekuatan Perempuan Sunda
Berita ini 70 kali dibaca
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 07:00 WIB

Citarum: Kisah Sungai Bangkit dari Keterpurukan Menuju Harapan Baru

Minggu, 19 Juli 2026 - 07:00 WIB

Pesona Tangkuban Parahu: Menyingkap Legenda dan Keindahan Abadi Tanah Pasundan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 07:00 WIB

Pangandaran: Magnet Abadi di Pesisir Selatan Jawa Barat

Selasa, 14 Juli 2026 - 07:01 WIB

Jaipong: Ketika Tubuh Berbicara, Jati Diri Sunda Menggema

Jumat, 10 Juli 2026 - 07:00 WIB

Daya Pikat Naskah Sangkuriang: Kisah Legendaris dalam Balutan Modern

Berita Terbaru

Seorang nenek di pedesaan Sunda sedang meracik ramuan herbal menggunakan tumbuk tradisional, menunjukkan kearifan turun-temurun dalam mengolah tanaman obat alami. Berbagai jenis dedaunan dan akar terlihat di sekelilingnya, siap diolah menjadi obat untuk menjaga kesehatan.

Lifestyle

Meramu Warisan Leluhur: Menguak Rahasia Obat Tradisional Sunda

Jumat, 24 Jul 2026 - 07:31 WIB

Pers Rilis

High Tea bertema Winnie the Pooh Disney di SKAI

Jumat, 24 Jul 2026 - 03:47 WIB