HalloJabar.Anjing ternyata bisa liar dan menyerang hewan tenak. Warga Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran dikagetkan dengan kelakukan anjing liar yang menyerang ternak warga.
Hal ini terlihat belasan domba ditemukan mati dengan sejumlah luka robek pada bagian tubuhnya, selain itu juga kehilangan organ dalam.
Kejadian ini membuat warga resah dan memindahkan hewan ternak di lingkungan tempat tinggal warga.
ADVERTISEMENT
Baca Juga:

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Kepala Desa Cimerak, Budiaman, dalam sepekan terakhir sudah 13 domba mati karena serangan anjing liar . “Sampai sekarang terus menerus mengawasi hewan ternak, kalau perlu dipindahkan ke rumah,” ujar Budiaman.
Selain mengamankan hewan ternak, juga meminta warga untuk ronda malam sekitar kampung dan mengawasi gerak gerik anjing yang berkeliaran di dusun.
Tasikmalaya
Baca Juga:
Hisense Gelar Instalasi Interaktif Bertema RGB, Dukung Euforia FIFA World Cup 2026™ di New York
Hisense Sambut FIFA World Cup 2026™ Lewat Inovasi RGB MiniLED
Selain Pangandaran, juga beberapa daerah di Tasikmalaya terkena kabar isu anjing liar.
Serangan anjing liar di Kampung Jaksi Desa Tanjung Barang, Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, melumpuhkan puluhan ekor domba milik warga, tujuh ekor di antaranya ditemukan mati di kandang.
Kapolsek Cikatomas, AKP Sukiran, membenarkan adanya anjng liar yang membunuh ternak warga. Hingga akhir pekan kemarin, 23 ekor korban gigitan anjing liar, 7 diantaranya ditemukan mati di kandang. Sedangkan sisanya terpaksa disembelihan karena melihat kondisi ternak yang mengkhawatirkan.
Dalam beberapa hari terakhir ini, masyarakat, anggota polsek, dan aparat desa melakukan patroli malam untuk mengawasi hewan ternak dan menjaga dusun dari serangan anjing liar.
(dr)







