MAJALENGKA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat tata kelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) agar lebih profesional, transparan, dan memberi dampak langsung bagi masyarakat.
Langkah tersebut sejalan dengan upaya transformasi pengelolaan zakat yang kini tidak hanya berorientasi pada pengumpulan dana, tetapi juga pemberdayaan dan perubahan sosial di tingkat akar rumput.
Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, mengatakan pihaknya berupaya menjadikan zakat sebagai instrumen yang benar-benar mampu menggerakkan kehidupan umat, bukan sekadar kewajiban ibadah.
“Zakat bukan hanya angka di laporan, tapi cerita nyata tentang keluarga yang kembali berdaya, anak-anak yang bisa bersekolah, dan masyarakat yang punya harapan baru,” ujarnya, Selasa (8/10/2025).
BAZNAS Majalengka bersama Pemerintah Daerah dan Kementerian Agama juga tengah merumuskan Rancangan Peraturan Bupati (Raperbup) tentang Pengelolaan ZIS dan DSKL Tahun 2025. Regulasi ini diharapkan memperkuat akuntabilitas dan arah program zakat di daerah.
Dampak Nyata di Lapangan
Selama September 2025, BAZNAS Majalengka mencatat berbagai capaian yang menunjukkan nyata manfaat dana zakat bagi masyarakat:
- 211 pelaku UMKM menerima bantuan modal usaha senilai Rp278,5 juta.
- 55 sarana keagamaan seperti masjid dan madrasah mendapat dukungan Rp314 juta.
- 39 penerima manfaat menerima bantuan pengobatan sebesar Rp40,7 juta.
- 17 pelajar dan mahasiswa memperoleh beasiswa Rp69,1 juta.
- 15 rumah tidak layak huni dibangun dengan total Rp180 juta.
Agus menegaskan, capaian tersebut menjadi bukti sinergi kuat antara muzakki, pemerintah daerah, dan lembaga amil zakat dalam menebar keberkahan.
“Para muzakki mungkin tak melihat langsung hasilnya, tapi setiap rupiah benar-benar sampai pada yang berhak. Itu amanah yang terus kami jaga,” katanya.
Selain memperkuat pengawasan dan transparansi, BAZNAS Majalengka juga menggandeng dunia pendidikan dan organisasi masyarakat untuk memaksimalkan potensi zakat dalam pengentasan kemiskinan.
“Setiap rupiah adalah harapan, setiap mustahik adalah amanah. Kami ingin zakat benar-benar menjadi energi perubahan di Majalengka,” tutup Agus.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT






