MAJALENGKA – Di tengah kehidupan modern yang serba cepat, nilai gotong royong dan kepedulian sosial ternyata masih hidup kuat di tengah masyarakat Desa Ciborelang, Kabupaten Majalengka. Hal itu terlihat dari aksi bersama warga dan BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam membantu Mak Tuti (75), seorang lansia yang hidup sebatang kara dan tengah sakit.
Kisah Mak Tuti menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara lembaga dan masyarakat dapat menghadirkan harapan bagi mereka yang membutuhkan. Pada 30 September 2025, Tim BAZNAS Majalengka berkunjung langsung ke rumah sederhana Mak Tuti untuk menyalurkan bantuan sembako, pampers, dan kebutuhan harian lainnya.
Tak berhenti sampai di situ, pada 3 Oktober 2025, tim BAZNAS kembali datang dengan membawa bantuan biaya kesehatan guna mendukung perawatan Mak Tuti di rumah. Bantuan ini disalurkan sebagai bagian dari program kemanusiaan BAZNAS yang menyasar warga rentan di berbagai wilayah Majalengka.
Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri, mengatakan bahwa aksi ini bukan semata pemberian bantuan, melainkan wujud nyata dari semangat kebersamaan untuk saling menjaga antarwarga.
“Kami ingin menunjukkan bahwa kepedulian itu harus ditumbuhkan bersama. Pemerintah desa, masyarakat, dan BAZNAS harus saling bersinergi agar tidak ada warga yang terabaikan,” ujar Agus Asri Sabana, Senin (06/10/2025).
Kepedulian juga datang dari Kasipel Desa Ciborelang yang bersama keluarganya turut membantu kebutuhan sehari-hari Mak Tuti. Ia bahkan meminta anaknya untuk secara rutin memantau kondisi Mak Tuti dan memastikan asupan makan serta kebersihannya terjaga.
“Kami hanya ingin memastikan beliau tetap mendapatkan perhatian. Ini tanggung jawab kemanusiaan kita bersama,” ujarnya dengan tulus.
Aksi kecil yang dilakukan secara gotong royong ini menjadi bukti bahwa kolaborasi sosial mampu menjadi solusi nyata bagi persoalan kemanusiaan di tingkat desa. BAZNAS Majalengka berharap semangat seperti ini terus menyebar ke berbagai wilayah, agar semakin banyak masyarakat yang terinspirasi untuk peduli.
“Sekalipun bantuan yang diberikan tidak besar, kepedulian dan empati adalah energi yang tak ternilai. Itulah semangat Majalengka yang berkeadaban dan berempati,” tutup Agus Asri.(Defri / Jay)







