KDM Gelontorkan Bonus Rp2 Miliar untuk Persib, Massa Histeris Teriakan ‘Bapak Aing’

Avatar photo

- Pewarta

Minggu, 25 Mei 2025 - 17:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dengan hanya mengenakan kaos singlet warna putih, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau akrab disapa KDM, Minggu (25/5/2025), mengumumkan pemberian bonus kepada pemain Persib. (Foto: Dok.Humas Jabar)

Dengan hanya mengenakan kaos singlet warna putih, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau akrab disapa KDM, Minggu (25/5/2025), mengumumkan pemberian bonus kepada pemain Persib. (Foto: Dok.Humas Jabar)

KOTA BANDUNG — Ribuan Bobotoh membanjiri Gedung Sate, Minggu siang, 25 Mei 2025. Mereka merayakan euforia kemenangan Persib Bandung yang baru saja memastikan gelar juara.

Di tengah arak-arakan yang riuh, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mencuri perhatian.

Naik di atas sisingaan, Dedi—akrab disapa KDM—mengangkat tangan tinggi sambil meneriakkan seruan khasnya, “Mana pendukung Persib, Persib juara!”

Suaranya tenggelam oleh gemuruh histeris massa yang memadati kawasan ikonik itu.

Namun kejutan tak berhenti di situ. Di hadapan publik, Dedi mengungkap bahwa para pemain sempat bertanya soal bonus kemenangan. Ia menjawab langsung dari atas panggung, “Bonus dari saya pribadi Rp1 miliar, bukan dari APBD.”

Ledakan sorak menyambut pengumuman itu. Tak lama, Dedi menambahkan satu kejutan lagi. Ia telah menginstruksikan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat untuk menggalang iuran para pejabat Pemprov Jabar.

Lebih dari sekedar selebrasi

Targetnya yakni  bonus tambahan Rp1 miliar.

“Jadi total Rp2 miliar, tanpa menyentuh anggaran pemerintah,” katanya.

Pawai kemenangan itu berlangsung tertib. Dedi mengapresiasi Bobotoh yang menjaga suasana damai.

“Urang Jawa Barat balageur,” ujarnya.

Dengan gaya khasnya yang teatrikal, KDM menutup acara dengan ajakan serempak: “Siap, angkat tangannya, angkat empat kali.” Lambaian tangan massa menjawab komando.

Di akhir, pekik Bobotoh menggelora teriakan “Juara, juara. Pokona Kang Dedi bapak aing.”

Lebih dari sekadar selebrasi, momen ini jadi panggung solidaritas, yaitu antara klub, rakyat, dan pemimpinnya. *** (Adhi)

Berita Terkait

Lutung Kasarung: Kisah Legendaris dari Hutan Parahyangan yang Abadi
Lirikan Mata Jaipongan: Menari Melawan Zaman, Melestarikan Identitas Sunda
BAPPENDA Kabupaten Bogor Raih Nilai IKM 86,24% dengan Predikat Sangat Baik
Menggali Kembali Naskah Kuno Sangkuriang: Sebuah Kisah Abadi yang Relevan
Pangandaran: Magnet Bahari yang Tak Lekang Diterpa Waktu
Pangandaran: Magnet Abadi di Pesisir Selatan Jawa Barat
Pesona Abadi Hutan Lindung Ciremai: Napak Tilas Konservasi dan Kearifan Lokal
Lutung Kasarung: Kisah Klasik yang Tetap Relevan di Era Digital
Berita ini 30 kali dibaca
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 07:03 WIB

Lutung Kasarung: Kisah Legendaris dari Hutan Parahyangan yang Abadi

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:02 WIB

Lirikan Mata Jaipongan: Menari Melawan Zaman, Melestarikan Identitas Sunda

Senin, 28 September 2026 - 15:21 WIB

BAPPENDA Kabupaten Bogor Raih Nilai IKM 86,24% dengan Predikat Sangat Baik

Senin, 28 September 2026 - 07:02 WIB

Menggali Kembali Naskah Kuno Sangkuriang: Sebuah Kisah Abadi yang Relevan

Kamis, 17 September 2026 - 07:00 WIB

Pangandaran: Magnet Bahari yang Tak Lekang Diterpa Waktu

Berita Terbaru

Berbagai ramuan jamu tradisional Indonesia dengan bahan-bahan alami seperti kunyit, jahe, dan temulawak siap disajikan, menunjukkan kekayaan warisan herbal Nusantara. Minuman sehat ini kian digemari sebagai pilihan gaya hidup modern.

Lifestyle

Jamu Tak Cuma Warisan Leluhur, Tapi Gaya Hidup Masa Depan

Sabtu, 24 Okt 2026 - 07:31 WIB