Komisi 3 DPRD Majalengka Akan Sidak Puskesmas yang Viral Karena Dugaan Pencemaran Lingkungan

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 2 Mei 2025 - 17:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

H.Agus berharap Puskesmas dapat bekerja sama dan transparan dalam proses ini ( Dok. Hallojabar.com / Abdul Haris )

H.Agus berharap Puskesmas dapat bekerja sama dan transparan dalam proses ini ( Dok. Hallojabar.com / Abdul Haris )

Majalengka – Komisi 3 DPRD Majalengka akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Puskesmas yang belakangan viral dengan dugaan pembuangan limbah yang tidak sesuai prosedur.

Hal tadi dikatakan Anggota Komisi 3 DPRD Majalengka H. Agus Tinus, beliau menambahkan sidak guna memastikan kebenaran berita yang tersebar di media sosial.

” Kami ingin memastikan bahwa Puskesmas tersebut telah menjalankan protokol kesehatan dan keselamatan yang memadai dalam mengelola limbah, ” terangnya.

Sidak itu juga bertujuan , imbuh H.Agus, untuk mengetahui penyebab masalah dan mencari solusi untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

H. Agus berharap Puskesmas dapat bekerja sama dan transparan dalam proses ini.

H. Agus yakin itu bukan limbah?. ” Puskesmas notabene semua disitu ahli kesehatan, semua pasti tau kalau cat saja, mengandung zat kimia berbahaya, ” ucapnya lagi.

Dengan beredar vidio tadi, masyarakat akan ragu ke Puskesmas Jangan – jangan di Puskesmas pada tidak tau juga tentang kesehatan”, lanjutnya.

Dijelaskannya, lmbah air cat mengandung berbagai senyawa berbahaya dan beracun, termasuk logam berat dan bahan organik.

Logam berat seperti krom (Cr), nikel (Ni), timbal (Pb), seng (Zn), dan merkuri (Hg) dapat terkandung dalam limbah air cat.

Selain itu, limbah air cat juga mengandung bahan organik seperti xylene, ethyl acetate, glycol, benzene, phenol, dan metilen klorida.

Lanjut H Agus, dalam kandungan Cat ada logam berat didalamnya banyak unsur senyawa sehingga itu masuk kategori limbah cair yang berbahaya.

“Krom (Cr): Krom dalam bentuk ion dapat beracun dan memiliki efek kumulatif pada tubuh, serta dapat menyebabkan iritasi kulit dan alergi.

Nikel dapat menyebabkan iritasi kulit dan alergi, serta memiliki potensi karsinogenik.Timbal sangat beracun dan dapat menyebabkan gangguan pada sistem saraf, ginjal, dan sistem reproduksi.

Seng penting untuk kesehatan, namun dalam dosis tinggi dapat beracun dan menyebabkan gangguan pencernaan. Begitu pula, Merkuri, sangat beracun dan dapat menyebabkan kerusakan pada sistem saraf dan ginjal.

Selain itu ada juga bahan organik.
Xylene, pelarut yang dapat menyebabkan iritasi pada kulit, mata, dan saluran pernapasan.

Ethyl acetate juga merupakan pelarut yang dapat menyebabkan iritasi pada kulit, mata, dan saluran pernapasan. Glycol, pelarut lainnya yang dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan mata.

H.Agus membeberkan pula unsur enzene:, bahan yang berpotensi karsinogenik dan dapat menyebabkan gangguan pada sistem darah.

Metilen klorida, pelarut yang dapat menyebabkan iritasi pada kulit, mata, dan saluran pernapasan, serta dapat menyebabkan gangguan pada sistem saraf.

“limbah air cat juga dapat mengandung:
Total Suspended Solid (TSS):
Padatan yang terikat dalam air limbah, yang dapat menyebabkan kekeruhan dan mengurangi kualitas air, ” imbuhnya.

Chemical Oxygen Demand (COD): Kebutuhan oksigen untuk mengoksidasi senyawa organik dalam limbah, yang menunjukkan tingkat pencemaran organik.

“Biochemical Oxygen Demand (BOD):
Kebutuhan oksigen oleh mikroorganisme untuk menguraikan bahan organik dalam limbah, yang juga menunjukkan tingkat pencemaran organik.

Oil & Grease, minyak dan lemak yang dapat menyebabkan pencemaran air dan mengganggu kehidupan organisme air
dan aktivitas mikroorganisme lainnya di perairan.

Saat narasi ini diterbitkan awak media belum berhasil mengkonfirmasi pihak puskesmas dimaksud. ( Abdul Haris ) ***

Berita Terkait

Jaipong: Ketika Tubuh Berbicara, Jati Diri Sunda Menggema
Daya Pikat Naskah Sangkuriang: Kisah Legendaris dalam Balutan Modern
Menggali Kembali Naskah Legenda Sangkuriang: Cermin Budaya Nusantara
Pangandaran 2026: Pesona Abadi di Tengah Perubahan Destinasi Wisata
Lutung Kasarung: Pesan Cinta, Kesetiaan, dan Kekuatan Perempuan Sunda
Dinas Sosial Kabupaten Bogor Mengucapkan Selamat Hari Jadi Bogor 544
UNEX 2026 Dorong Lahirnya Entrepreneur Muda Berdaya Saing Global
Siap Kerja! Siswa SMK Bina Karya 2 Karawang Kantongi Sertifikasi Painting dari Isuzu
Berita ini 44 kali dibaca
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 07:01 WIB

Jaipong: Ketika Tubuh Berbicara, Jati Diri Sunda Menggema

Jumat, 10 Juli 2026 - 07:00 WIB

Daya Pikat Naskah Sangkuriang: Kisah Legendaris dalam Balutan Modern

Kamis, 9 Juli 2026 - 21:29 WIB

Menggali Kembali Naskah Legenda Sangkuriang: Cermin Budaya Nusantara

Kamis, 9 Juli 2026 - 21:29 WIB

Pangandaran 2026: Pesona Abadi di Tengah Perubahan Destinasi Wisata

Kamis, 9 Juli 2026 - 21:28 WIB

Lutung Kasarung: Pesan Cinta, Kesetiaan, dan Kekuatan Perempuan Sunda

Berita Terbaru

Seorang penari Jaipong dengan kostum tradisional yang cerah menampilkan kelenturan gerak tubuhnya, memancarkan pesona dan semangat khas budaya Sunda yang dinamis dan ekspresif. Pertunjukan ini menjadi simbol hidupnya warisan budaya di tengah arus modernisasi.

Info Jabar

Jaipong: Ketika Tubuh Berbicara, Jati Diri Sunda Menggema

Selasa, 14 Jul 2026 - 07:01 WIB