SUMEDANG – Minggu 1 Muharam lalu, seorang pasien laki-laki datang dengan terbatuk-batuk, pandangannya lemah, langkahnya pun rapuh, tampaknys pria itu menderita penyakit kronis.
Setelah diperiksa lama, akhirnya pria itu pulang dengan membawa setumpuk obat gratis dan dibekali beras, uang dan ikan laut segar. Berapa bahagianya orangtua itu.
Kepada jurnalis media ini yang kebetulan ada pada saat itu, dr A. Geri mengatakan bahwa Pure business baginya nomer dua, terpenting pasien bisa mendapatkan kesembuhan.
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
LOTTE Chemical Indonesia, Milliken, dan Tederic Gelar Seminar tentang Solusi Polipropilena Mutakhir
iQIYI Resmi Memulai Produksi Serial Original Lokal Pertama di Indonesia, Menggandeng Telkomsel

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari caranya memeriksa pasien, dr Geri memiliki cara yang benar-benar bersahabat, ia seperti mendekatkan prekuensi hatinya dengan hati pasien, hingga pasien merasa tenang.
Dengan sikapnya yang demikian, pasien seperti merasakan bahwa setelah berobat ke klinik itu, penyakitnya akan sembuh. Karena, ia seperti memberi bahasa sikap seolah penyakit pasien itu ringan.
Ditanya tentang penyakit Asam Urat, dr Geri menyebut itu penyakit harus dibawa dengan sikap disiplin dalam mengatur pola makan. Jauhi, katanya, makanan tinggi purin.
Baca Juga:
Terbuka dan Inklusif, Haikou Semakin Cepat Berkembang sebagai Pusat Seni Pertunjukan Internasional
Savaya Group Luncurkan Zumana, Destinasi Tepi Pantai Terbaru di Kawasan Ikonik Pantai Kuta
Selain menghindari makanan tinggi purin. terangnya, pasien penderita asam urat harus juga mengurangi minuman manis dan rutin kontrol ke dokter.
Tentang obat asam urat, dokter milenial itu menyebut beberapa obat yang harus diminum, termasuk alupurinol untuk jangka panjangnya, dan jenis obat pereda nyeri.( Tatang Tarmedi ) ***






