HALLOJABAR.COM – Siklus menstruasi biasanya dapat diprediksi, bagi kebanyakan wanita, perdarahan menstruasi terjadi setiap 21 hingga 35 hari berlangsung antara 2 hingga 7 hari.
Jangka waktu menstruasi dapat bervariasi tergantung pada faktor-faktor seperti usia, hormon, alat kontrasepsi, dan faktor gaya hidup seperti stres, diet, dan olahraga.
Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists , 14% hingga 25% wanita AS usia subur mengalami menstruasi tidak teratur, ditandai dengan panjang siklus, aliran, atau frekuensinya yang tidak teratur.
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
LOTTE Chemical Indonesia, Milliken, dan Tederic Gelar Seminar tentang Solusi Polipropilena Mutakhir
iQIYI Resmi Memulai Produksi Serial Original Lokal Pertama di Indonesia, Menggandeng Telkomsel

SCROLL TO RESUME CONTENT
Meskipun ini biasanya bukan masalah besar, jika menstruasi tidak teratur menjadi terus-menerus atau disertai dengan gejala-gejala seperti nyeri panggul atau perdarahan hebat, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.
Seorang pengguna TikTok di Amerila berbagi pengalaman mengerikannya, ia alami menstruasi yang luar biasa panjang, yakni berlangsung lebih dari 1.000 hari.
“Kadar zat besi saya? Sangat rendah. Kram? Sangat parah. Semua otot saya sakit, tulang saya sakit. Saya terus-menerus sakit kepala, mual terus-menerus,” kata Poppy.
Baca Juga:
Terbuka dan Inklusif, Haikou Semakin Cepat Berkembang sebagai Pusat Seni Pertunjukan Internasional
Savaya Group Luncurkan Zumana, Destinasi Tepi Pantai Terbaru di Kawasan Ikonik Pantai Kuta
Periode menstruasi Poppy berlanjut selama tiga bulan, meskipun didiagnosis PCOS. Dokter melakukan histeroskopi, tetapi tidak menemukan penyebab yang jelas.
Seorang dokter spesialis meresepkan obat baru dan memasang IUD, yang juga gagal meredakannya. Rasa frustrasi dan putus asanya bertambah saat ia berjuang melawan pendarahan terus-menerus selama lebih dari setahun,
Meskipun telah menjalani banyak tes dan mencoba berbagai perawatan dan pengobatan. Bahkan MRI dan USG tidak menunjukkan masalah yang mendasarinya.
Siklus harapan dan kekecewaan berdampak buruk pada kesehatan mentalnya, hingga ia. terjerumus ke dalam depresi.
Baca Juga:
Terobosan terjadi pada hari ke-950 pendarahannya yang berkepanjangan, saat ia menemukan kemungkinan penyebabnya dengan bantuan para pengikut TikTok-nya.
Ia mengungkapkan bahwa ia memiliki kondisi langka yang disebut rahim bikornuata, yang juga dikenal sebagai rahim berbentuk hati, di mana rahim terbagi menjadi dua bilik, bukan satu.
Rahim bikornuata, kondisi langka yang memengaruhi kurang dari 5% wanita, dapat menyebabkan gejala parah seperti pendarahan berat dan berkepanjangan, disertai nyeri haid, dan panggul.
Meskipun banyak wanita dengan kondisi ini tetap asimtomatik, bagi mereka yang mengalami gejala, dampaknya bisa signifikan.
“Saya telah menghabiskan 950 hari dalam penderitaan yang amat sangat, menghabiskan seluruh hidup saya untuk membeli pembalut, saya menangis setiap hari,” katanya.
Untuk meredakannya, Poppy berencana menjalani beberapa prosedur. Ia akan menjalani pemeriksaan hormon komprehensif untuk menguji kadar hormonnya dan melepas IUD-nya.
Ia juga dijadwalkan menjalani prosedur dilatasi dan kuretase, di mana dokter akan mengikis jaringan abnormal dari lapisan rahimnya.
Lebih jauh, ia sedang menjajaki operasi dengan dokternya untuk memperbaiki rahimnya yang berbentuk hati, suatu kondisi yang mungkin menjadi akar penyebab gejala-gejalanya.
“Memikirkan kehidupan di mana tidak akan berdarah setiap hari adalah surga bagi saya,” katanya bersedih. ( Sumber : NDTV.com / Tatang Tarmedi ) ***






